Kamis, 04 Mei 2017

Mengenal Candi-candi di Indonesia





Gambar terkait

Di Indonesia terdapat banyak candi. Bangunannya ada yang besar dan megah seperti candi borobudur. Selain itu, banyak juga candi yang kecil-kecil. Candi-candi tersebut dibangun oleh raja-raja zaman dahulu. Di dalam candi biasanya tersimpan abu jenazah raja atau patung.
Candi adalah bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu, fungsinya sebagai tempat pelaksanaan upacara keagamaan bagi umat Buddha dan Hindu. Selain itu, candi juga merupakan bukti peninggalan sejarah yang sangat penting.
Dengan mempelajari peninggalan tersebut, kita bisa mengetahui sejarah yang terjadi ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu. Selain itu kita juga dapat memperkirakan tahap kemajuan yang telah dicapai pada waktu itu.
Untuk membuat candi yang megah, tidak saja memerlukan biaya yang besar, tetapi juga teknologi yang tinggi.
Dengan demikian, semakin megah suatu candi, berarti semakin tinggi budaya kerajaan yang mendirikannya.
Selain candi yang tersisa sampai saat ini, banyak pula candi yang telah menjadi puing atau bahkan musnah sama sekali akibat gempa, dsb.
Untuk itu, candi sangat penting nilainya sebagai benda bersejarah. Misalnya, yang telah rusak dipugar kembali. Candi Borobudur pernah dipugar sebanyak dua kali. Mengingat nilai historisnya, perhatian dunia melalui UNESCO terhadap benda bersejarah ini sangatlah besar. Di samping membantu biaya pemugaran, mereka juga membantu dalam bidang teknologi.

Berikut adalah nama beberapa candi yang ada di Indonesia:
  • Arjuna (Jawa Tengah)
  • Badut (Jawa Timur)
  • Boko (Jawa Tengah)
  • Borobudur (Jawa Tengah)
  • Gatotkaca (Jawa Tengah)
  • Gedong Songo (Jawa Tengah)
  • Jago (Jawa Timur)
  • Jawi (Jawa Timur)
  • Kalasan (Jawa Tengah)
  • Kidal (Jawa Timur)
  • Lumbung (Jawa Tengah)
  • Mendut (Jawa Tengah)
  • Panataran (Jawa Timur)
  • Pawon (Jawa Tengah)
  • Plaosan (Jawa Tengah)
  • Prambanan (Jawa Tengah)
  • Puntadewa (Jawa Tengah) 
  • Ratu (Jawa Timur)
  • Rimbi (Jawa Timur)
  • Sari (Jawa Tengah)
  • Semar (Jawa Tengah)
  • Sembadra (Jawa Tengah)
  • Sewu (Jawa Tengah)
  • Singasari (Jawa Timur)
  • Slowijan (Jawa Tengah)
  • Srikandi (Jawa Tengah)
  • Sukuh (Jawa Tengah)
  • Muara Takus (Riau)
Mungkin masih banyak candi-candi lain di Indonesia selain yang sudah disebutkan di atas. Mohon maaf bila ada penulisan yang salah. Salam

Rabu, 08 Januari 2014

Mengenal Sosok Chairil Anwar









Puisi-puisi karya Chairil Anwar terkenal dan digemari orang. Hampir setiap pelajar tahu tentang puisi Antara Karawang dan Bekasi, yang diciptakannya dengan penuh semangat patriotik. Puisi lainnya yang berjudul Aku, menggambarkan sosoknya yang penuh optimisme.
Dalam puisi yang berjudul Diponegoro, Chairil melontarkan pemikiran bahwa yang penting bukanlah bagaimana mempertahankan hidup, melainkan bagaimana mengisi hidup agar mempunyai arti, meski Cuma sekali. Sikap Chairil terhadap agama tercermin dalam puisi yang berjudul Di Mesjid dan Isa.
Chairil yang lahir di Medan, Sumatera Utara 22 Juli 1922 ini merupakan penyair dan tokoh sastra yang mengagumkan. Meski ia berumur pendek, kehadirannya di pentas sastra Indonesia memberikan bekas yang sangat dalam. Untuk itu, ia dinobatkan sebagai Pelopor Angkatan ’45 oleh H.B.Jassin.
Meski pendidikannya hanya sampai kelas 2 MULO, pengetahuan yang dikuasainya demikian luas. Hal ini berkat kegemarannya membaca. Chairil menguasai Bahasa Belanda, Inggris, dan Jerman sehingga mampu membaca karya sastra pengarang dunia.
Kematian neneknya membawa Chairil ke suatu pemikiran, bahwa betapa tidak berdayanya manusia menghadapi maut. Atas dasar itu, ia diilhami menulis puisinya yang pertama berjudul Nisan pada bulan Oktober 1942. Sebelum Proklamasi Kemerdekaan, tulisannya beredar di kalangan sejawatnya. Setelah itu, tulisannya baru diumumkan secara luas.
Tahun 1949, puisinya dibukukan dengan judul Kerikil Tajam dan Yang Terhempas dan Yang Putus. Tahun yang sama muncul kumpulan puisinya yang lain berjudul Deru Campur Debu. Bersama H.B.Jassin dan Asrul Sani, ia membuat antologi yang berjudul Tiga menguak Takdir. Selain menulis puisi, Chairil juga menulis prosa dan banyak menerjemahkan. Oleh H.B.Jassin tulisannya ini dibukukan dalam Chairil Anwar Pelopor Angkatan ’45.
Karya-karya Chairil banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Terjemahan karya lengkapnya terbit 1947 dengan judul Complete Poems of Chairil Anwar. Sampai saat ini, karyanya banyak dibicarakan orang. Tahun 1975, Arief Budiman menelaah puisinya yang ditinjau dari sudut psikologi dalam sebuah buku berjudul Chairil Anwar Satu Pembicaraan.
Chairil menikah tanggal 6 September 1946 dengan Hapsah. Ia mempunyai seorang anak perempuan bernama Evawani Elisa, yang dilahirkan 4 Oktober 1947. Sayang, penyair yang hebat ini meninggal dunia pada usia muda, pada tanggal 28 April 1949.

Jumat, 04 Oktober 2013

Danau Natron, Mampu membatukan hewan


Nama:
Danau Natron 

Letak:
Tanzania utara, dekat perbatasan Kenya, dan timur laut dari kawah Ngorongoro, di cabang timur Great Rift Valley, Afrika. Terletak antara perbukitan vulkanik dan kawah yang dalam, Danau Natron duduk di titik terendah dari Rift Valley - 600m di atas permukaan laut - dan mungkin menjadi badan air yang paling kaustik di dunia.


Keadaan:
Danau ini dialiri oleh sungai Ewaso Ng'iro selatan dan juga oleh air panas yang kaya mineral. Danau ini sangat dangkal, kurang dari tiga meter (10 kaki) kedalamannya, dengan luasnya bervariasi tergantung pada level airnya, yang berubah karena tingginya penguapan, meninggalkan konsentrasi garam dan mineral lain, terutama natrium karbonat (natron). Wilayah sekitarnya yang panas dan sering sangat kering dan berdebu - sangat tidak kondusif untuk melakukan perjalanan. Tetapi bagi mereka yang memilih untuk mengunjungi Natron, mereka akan mendapatkan beberapa pemandangan paling dramatis yang pernah mereka lihat di Tanzania. Dikatakan, bahwa perjalanan nya saja layak untuk dilihat.
Danau ini memiliki karakteristik warna merah tua di mana tingkat penguapan yang sangat tinggi terjadi. Saat air menguap selama musim kemarau, tingkat salinitas meningkat ke titik dimana mikro organisme pecinta garam mulai berkembang. Organisme seperti halophile mencakup beberapa cyanobacteria membuat makanan mereka sendiri dengan fotosintesis seperti yang dilakukan tanaman. Pigmen photosynthesizing pada cyanobacteria menghasilkan warna merah pada air danau, dan warna oranye dari bagian-bagian yang dangkal dari danau. Kerak garam alkali pada permukaan danau ini juga sering berwarna merah muda atau pink disebabkan oleh mikroorganisme pecinta garam yang hidup di sana.
Suhu tinggi (hingga 41 ° C) dan kadar garam yang tinggi dan bervariasi dari danau, tidak mendukung satwa liar. Namun danau ini merupakan habitat penting bagi flamingo dan merupakan rumah bagi ganggang endemik, invertebrata dan bahkan ikan yang dapat bertahan hidup di air yang sedikit kurang asin.
Danau ini adalah satu-satunya wilayah berkembang biak reguler di Afrika Timur untuk 2,5 juta Flamingoes Lesser, yang statusnya "hampir terancam" merupakan konsekuensi dari ketergantungan mereka pada lokasi perkembangbiakan yang tunggal. Seiring dengan peningkatan salinitas, begitu juga jumlah cyanobacteria, maka danau siap mendukung sarang lagi. Flamingo-flamingo ini, kawanan tunggal yang besar di Afrika Timur, berkumpul di sepanjang danau garam di wilayah tersebut, di mana mereka makan Spirulina (ganggang biru-hijau dengan pigmen merah). Danau Natron adalah lokasi penangkaran yang aman karena lingkungan kaustiknya adalah penghalang terhadap predator yang berusaha untuk mencapai sarang mereka di pulau-pulau evaporite yang terbentuk musiman pembentuk.
Saking kaustiknya danau natron ini, banyak hewan-hewan yang terjebak mati dan mengeras secara alami karena kandungan garam dan soda yang sangat tinggi di danau.
Berikut ini contohnya:










Jumat, 26 Oktober 2012

Nama-nama Danau di Indonesia


Danau adalah sekumpulan air dalam jumlah besar yang dikelilingi daratan. Ia mirip kolam raksasa. Bahkan ada yang sedemikian luasnya sehingga disebut laut. Misalnya laut kaspia dan laut mati.
Berikut ini adalah nama-nama danau yang ada di Indonesia beserta lokasinya, telah disusun berdasarkan abjad, semoga bermanfaat…
Air Hitam ; Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
Ancuelaot ; Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam
Anggi Giji ; Manokwari, Papua
Anggi Gita ; Manokwari, Papua
Ayumaru ; Sorong, Papua Barat
Bagendit ; Garut, Jawa Barat
Bambenan ; Barito Selatan, Kalimantan Tengah
Bangkau ; Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan
Batu Jai ; Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Batur ; Bangli, Bali
Bekuan ; Sintang, Kalimantan Barat
Biru ; Merauke, Papua
Bitin ; Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Bratan ; Tabanan, Bali
Buyan ; Buleleng, Bali
Cembulu ; Serungan, Kalimantan Tengah
Cileunca ; Bandung, Jawa Barat
Danau ; Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
Danau Di Atas ; Sumatera Barat
Danau Di Bawah ; Sumatera Barat
Dendam Tak Sudah ; Bengkulu
Dipacampat ; Sarolangun, Sumatera Barat
Emas ; Rejang Lebong, Bengkulu
Ganting ; Barito Selatan, Kalimantan Tengah
Gatel ; Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
Genali ; Sintang, Kalimantan Barat
Jembawan ; Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
Jempang ; Kutai, Kalimantan Timur
Jepara ; Lampung Tengah, Lampung
Kawah Ijen ; Gunung Bromo, Jawa Timur
Kawah Kelud ; Gunung Kelud, Jawa Timur
Kenamfui ; Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
Kerinci ; Kerinci, Jambi
Cangkuang ; Garut, Jawa Barat
Laut Raealoih ; Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam
Laut Tawar ; Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam
Lengkong ; Ciamis, Jawa Barat
Limboto ; Gorontalo
Limut ; Barito Selatan, Kalimantan Tengah
Lindu ; Donggala, Sulawesi Tengah
Linou ; Minahasa, Sulawesi Utara
Liar ; Sintang, Kalimantan Barat
Mahalona ; Luwu, Sulawesi Selatan
Maninjau ; Sumatera Barat
Matana ; Luwu, Sulawesi Selatan
Matur ; Barito Selatan, Kalimantan Tengah
Melintang ; Kutai, Kalimantan Timur
Menjer ; Wonosobo, Jawa Tengah
Mepara ; Barito Selatan, Kalimantan Tengah
Moat ; Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
Pacal ; Bojonegoro, Jawa Timur
Pangkalan ; Bandung, Jawa Barat
Paniai ; Paniai, Papua
Patenggang ; Bandung, Jawa Barat
Poso ; Poso, Sulawesi Tengah
Ranau ; Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
Rawa Kelindingan ; Pasuruan, Jawa Timur
Rawa Dano ; Serang, Banten
Raya ; Barito Selatan, Kalimantan Tengah
Rombebay ; Jayapura, Papua
Sarangan ; Magetan, Jawa Timur
Sebedang ; Sambas, Kalimantan Barat
Segara Anak ; Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
Semayang ; Kutai, Kalimantan Timur
Sembuluh ; Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah
Sentani ; Jayapura, Papua
Sentarum ; Sintang, Kalimantan Barat
Sidenreng ; Sidenreng, Sulawesi Selatan
Singkarak ; Sumatera Barat
Sipanunjang ; Bandung, Jawa Barat
Tage ; Paniai, Papua
Tambara ; Bima, Nusa Tenggara Barat
Tamblingan ; Buleleng, Bali
Tang ; Sintang, Kalimantan Barat
Teloko ; Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan
Tempe ; Wajo, Sulawesi Selatan
Terusan ; Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah
Tes ; Bengkulu
Tete ; Barito Utara, Kalimantan Tengah
Tigi ; Paniai, Papua
Toba ; Tapanuli Utara, Sumatera Utara
Tondano ; Minahasa, Sulawesi Utara
Tanjidat ; Papua
Towuti ; Luwu, Sulawesi Selatan
Yamur ; Manokwari, Papua Barat
Yawasi ; Sorong, Papua Barat

Senin, 15 Oktober 2012

Mencari Umur Pohon

Setiap tahun, seiring pohon tumbuh, batangnya membesar dalam lingkaran yang memusat (konsentris). Lapisan-lapisan yang berurutan ini, atau cincin-cincin pertumbuhan, berbeda-beda lebarnya bergantung pada keadaan-keadaan cuaca selama tahun tertentu. Keliling batang itu rata-rata bertambah sebesar 2,5 cm (1 inci) setiap tahun. Dari ini kita bisa mengetahui usia pohon tanpa perlu menebang pohon itu, dan tanpa perlu menggunakan rumus. Caranya adalah ukurlah keliling batang pohon dalam satuan sentimeter (cm) pada tempat yang tidak ada akar tumbuhnya, kemudian bagi bilangan tersebut dengan 2,5. Gampang kan…!
Tetapi tidak semua pohon dapat diukur dengan cara ini, beberapa pohon tidak mengikuti ketentuan ini misalnya kayu merah dan cemara tumbuh lebih cepat, sedangkan pohon jeruk, lambat.
Semoga bermanfaat !

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls